Berikut adalah pilar-pilar ideologis yang mendasari berdirinya PGRI:
1. Nasionalisme dan Patriotisme
PGRI lahir dari rahim revolusi kemerdekaan. Ideologi utamanya adalah Kesetiaan pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
2. Semangat Unitaristik (Persatuan Tanpa Sekat)
-
Implementasi: Menyatukan semua guru (Negeri, Swasta, Umum, Agama, Honorer, ASN) dalam satu wadah. Keyakinan ideologisnya adalah: Kekuatan guru terletak pada persatuannya, bukan pada perbedaannya.
3. Pancasila sebagai Asas Tunggal
Sebagai organisasi yang lahir di bumi Indonesia, PGRI mengadopsi Pancasila sebagai landasan filosofis dan moral.
Tiga Sifat Jati Diri PGRI (Ideologi Praktis)
| Sifat Jati Diri | Makna Ideologis |
| Unitaristik | Wadah tunggal tanpa membedakan golongan dan latar belakang. |
| Independen | Mandiri dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun. |
| Non-Partisan | Menjaga jarak yang sama dengan semua kekuatan politik demi kepentingan guru. |
4. Profesionalisme dan Kemartabatan
PGRI memegang ideologi bahwa guru adalah sebuah Profesi, bukan sekadar buruh.
5. Semangat Gotong Royong (Kolektivitas)
Kekuatan PGRI bukan pada pendanaan besar dari luar, melainkan pada Kesetiakawanan Organisasi.
-
Implementasi: Iuran anggota dan iuran solidaritas adalah manifestasi ideologi gotong royong. Guru yang kuat membantu yang lemah, guru yang di kota membantu yang di pelosok.
Kesimpulan
Secara ideologis, PGRI adalah nasionalis-profesional. Ia mencintai negaranya dengan cara mencerdaskan rakyatnya, dan ia mencintai profesinya dengan cara saling melindungi antar-sejawat. Landasan inilah yang membuat PGRI mampu melewati berbagai rezim politik tanpa kehilangan jati dirinya.
monperatoto
monperatoto
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online
slot gacor
monperatoto
monperatoto
monperatoto
monperatoto
togel online