Dalam upaya mengejar ketertinggalan teknologi dari negara-negara adidaya panahan, Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) harus merangkul era digital. Masa depan pelatihan panahan terletak pada “Kurikulum Latihan Panahan Berbasis AI,” sebuah revolusi yang memungkinkan personalisasi latihan secara mendalam, mengubah proses pelatihan yang tadinya subjektif menjadi berbasis data, guna mencapai prestasi dunia.
Saat ini, banyak keputusan latihan masih bergantung pada intuisi pelatih. Namun, AI menawarkan kemampuan untuk memproses volume data yang luar biasa (big data) yang dihasilkan dari setiap sesi latihan. Sistem AI dapat menganalisis data biomekanik (motion capture), data fisiologis (detak jantung, kelelahan otot), data lingkungan (angin, suhu), dan data kinerja (score consistency) untuk mengidentifikasi pola dan anomali yang luput dari pengamatan manusia.
Fungsi utama AI dalam kurikulum ini adalah Diagnostik dan Koreksi Instan. Misalnya, jika software AI mendeteksi bahwa draw length atlet bergeser $0.5$ cm ke bawah pada 10 tembakan terakhir karena kelelahan, sistem dapat memberikan feedback visual atau haptic secara real-time. Ini jauh lebih cepat dan akurat daripada menunggu koreksi dari pelatih di akhir sesi.
AI juga berperan penting dalam Personalisasi Beban Latihan (Load Management). Berdasarkan data pemulihan dan kualitas tidur atlet, algoritma AI dapat secara dinamis menyesuaikan intensitas latihan harian. Tujuannya adalah memastikan atlet mencapai puncak performa (peak performance) tepat pada hari kompetisi besar, sambil meminimalkan risiko overtraining atau cedera.
Dengan mengadopsi kurikulum ini, Perpani dapat menciptakan Digital Twin (kembaran digital) dari setiap atlet. Model digital ini memprediksi bagaimana performa atlet akan bereaksi terhadap perubahan peralatan, teknik, atau kondisi cuaca. Ini memungkinkan pelatih untuk membuat keputusan strategis yang presisi. Dengan demikian, AI tidak menggantikan pelatih; ia justru memberdayakan pelatih dengan wawasan yang superhuman. Investasi pada platform AI terpusat ini adalah langkah definitif menuju keunggulan ilmiah, memastikan bahwa setiap atlet Indonesia memiliki jalur latihan yang disesuaikan secara optimal menuju medali emas.